Masakan
Indonesia merupakan cerminan dari beragam budaya dan tradisi yang berasal dari
kepulauan Nusantara yang terdiri dari sekitar 6.000 pulau, dan memegang tempat
penting dalam budaya nasional Indonesia secara umum. Banyak masakan Indonesia
yang populer seperti sate, rendang, dan sambal juga digemari di Malaysia dan
Singapura. Bahan makanan berbahan dasar dari kedelai seperti variasi tahu dan
tempe juga sangat populer. Tempe dianggap sebagai penemuan asli Jawa, adaptasi
lokal dari fermentasi kedelai. Selain tempe makanan fermentasi yang terbuat
dari kedelai adalah oncom. Oncom hampir memiliki kesamaan dengan tempe hanya
berbeda dalam penggunaan jenis jamur.
Oncom
sangat populer di Jawa Barat, terutama di daerah Tasikmalaya. Oncom merupakan
makanan khas dari Jawa Barat yang menjadi warisan nenek moyang suku sunda
bangsa Indonesia. Melalui proses fermentasi, oncom memiliki aroma dan rasa yang
khas karena terjadi peruraian struktur kimia bahan-bahan bersifat kompleks akan
terurai menjadi senyawa-senyawa yang lebih sederhana sehingga lebih mudah
dicerna dan diserap oleh tubuh.[1]
Oncom
pada umumnya terbuat dari bungkil kacang tanah yang hanya dapat bertahan selama
1 – 2 hari pada suhu ruang, lebih dari itu maka oncom akan mengalami kerusakan.
Kerusakan tersebut disebabkan oleh enzim proteolitik yang mendegradasi protein
sehingga terbentuk amonia, yang menyebabkan oncom tidak layak untuk dikonsumsi.
Agar oncom dapat bertahan lebih lama maka oncom dapat disimpan di kulkas dengan
dibungkus kertas alufoli atau diolah menjadi makanan seperti “Tutug Oncom”.[2]
Meskipun
memiliki harga relatif murah, oncom mengandung gizi tinggi. Oncom juga
mengandung senyawa fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan , yaitu karotenoid
yang dihasilkan oleh kapang Neurospora sp. [3]
Saat
ini ada dua jenis oncom, yaitu oncom merah dan hitam. Perbedaan kedua jenis
oncom tersebut terletak pada jenis kapang yang digunakan. Oncom merah
dihasilkan kapang Neurospora sitophila yang mempunyai strain jingga,
merah, merah muda, dan warna peach. Sedangkan oncom hitam dihasilkan oleh
kapang Rhizopus oligosporus. Jadi, warna merah dan juga hitam pada oncom
ditentukan oleh pigmen yang dihasilkan oleh kapang yang digunakan dalam proses
fermentasi.[4]
Oncom memiliki nilai gizi yang sangat berlimpah, dalan 100 g oncom terdapat beberapa kandungan gizi yaitu sebagai berikut :
|
Nutrisi |
Kandungan |
|
Air |
57 g |
|
Kalori |
187 g |
|
Protein |
13 g |
|
Lemak |
6 g |
|
Karbohidrat |
22,6 g |
|
Kalsium |
96 g |
|
Zat besi |
27 mg |
|
Fosfor |
115 mg |
|
Vitamin B |
0,09 mg |
Pembuatan
oncom jika dibandingkan dengan tempe jauh lebih mudah dan lebih ringan. Berikut
ini langkah-langkah dalam pembuatan oncom[5]
- Bahan untuk membuat oncom seperti bungkil kacang tanah, dan onggok direndam dalam air pada tempat terpisah selama 8 - 9 jam.
- Bungkil kacang tanah setelah direndam dicuci dengan air bersih sampai bersih, kemudian ditiriskan. Setelah ditiriskan campur dengan ampas tahu yang sebelumnya telah diperas untuk mengurangi airnya.
- Onggok yang sudah direndam, kemudian dihancurkan/diremas-remas dan disaring.
- Campurkan bungkil kacang tanah dan onggok yang sudah disaring dengan perbandingan tertentu sesuai dengan yang dikehendaki. Untuk menambah kegempalan campuran tersebut tambahkan sedikit tepung onggok/gabeng/bulgur dan aduk hingga merata
- Campurkan bungkil kacang tanah dan onggok dimasukkan ke dalam drum untuk dikukus selama 30 - 45 menit atau sampai matang.
- Hasil kukusan di letakkan dalam tempat yang bersih, tanpa ditunggu dingin, campuran bungkil kacang tanah dan onggok tadi langsung dicetak dengan menggunakan cetakan yang berukuran 9 x 12 cm dengan kedalama 3 cm.
- Kemudian hasil cetakan disusun di atas anyaman bambu/sasag/ yang diberi alas daun pisang. Kemudian sasag-sasag disimpan di atas para/rak untuk didinginkan.
- Setelah dingin taburi dengan inoklum oncom (Monilis Sitophila).
- Sasag-sasag ditumbuk satu dengan yang lainnya dan ditutup secara keseluruhan dengan karung goni dan diperam selama satu malam.
- Setelah semalam diperam, oncom dibalik agar pertumbuhan jamur lebih merata.
- Pada hari letiga oncom sudah matang dan siap untuk dipasarkan.
[1] Alsuhendra
Alsuhendra and Ridawati Ridawati, ‘Pengaruh Perlakuan Awal Terhadap
Karakteristik Kimia, Mikrobiologi, Dan Organoleptik Tepung Oncom Merah’, Sebatik, 23.2 (2019), 505–12
<https://doi.org/10.46984/sebatik.v23i2.806>.
[2] Sri
Mulyani and Restu Widyana Wisma, ‘Analisis Proksimat Dan Sifat Organoleptik
“Oncom Merah Alternatif” Dan “Oncom Hitam Alternatif”’, JKPK (Jurnal Kimia Dan Pendidikan Kimia), 1.1 (2016), 41 <https://doi.org/10.20961/jkpk.v1i1.39428>.
[3] Alsuhendra
and Ridawati.
[4] Imaduddin
Zamakhsyari, Alsuhendra Alsuhendra, and Ridawati Ridawati, ‘Pengaruh Teknik
Pemanasan Basah Dalam Pembuatan Oncom Instan Terhadap Kualitas Tumis Oncom’, Jurnal Sains Boga, 1.1 (2018), 18–22
<https://doi.org/10.21009/jsb.001.1.03>.
[5] bidin
A, Опыт Аудита Обеспечения Качества и
Безопасности Медицинской Деятельности в Медицинской Организации По Разделу
«Эпидемиологическая БезопасностьNo Title, Вестник Росздравнадзора, 2017, iv.

Komentar
Posting Komentar